Mian

28 Februari 2014
11 pm

omma, neomu bogosippo
mollayo!!! setiap apapun yang saya lakukan pasti ingat mama, pengen memutar kembali waktu. Saat kita berenam bisa kumpul sama-sama lagi, tidur sama-sama, dempet-dempetan, tertawa, mati lampu, cerita hantu-hantu. Menyesal selama ini saya selalu salahkan mama atas apa yang kita alami, seharusnya tidak boleh saya kasar seperti itu. Sampai saat inipun, kadang mimpi itu masih muncul dalam tidurku. Saat saya buat mama menangis, molla mungkin karena sa merasa bersalah sekali. mimpi saat mama menangis karena saya, kejadian  itu kaya'ny tidak bisa sa lupakan. Seharusnya tidak boleh sa berteriak di depannya mama, sepertinya saya yang selalu buat masalah selama ini, kenapa harus memiliki sifat tempramen, suka marah, dan teriak-teriak. Maaf, ternyata banyak sekali salahku, mungkin masa-masa saat tidak sama-sama dengan mama adalah hukuman untuk saya karena sering buat mama menangis. Kenapa harus selalu salahkan mama atas semuanya, mungkin mimpi-mimpi itu jadi hukuman untuk saya. Kadang saya tidak tau kenapa harus mimpi buruk lagi, sangat sulit, mengerikan saat di mimpiku pun saya harus lihat mama menangis. Sepertinya sa harus minta maaff secara langsung. Semuanya sangat suulit disini, omma. Kehidupan cukup menakutkan, semua orang melakukan semuanya karena untuk suatu hal. Sangat sulit menghadapinya tanptmu, baru tersadar selama in saya bisa bertahan karena ada omma di sampingku. Mungkin terlihat lebay kata-kataku, tapi itu memang yang saya rasakan. Maaf untuk semua yang udah sa lakukan sama mama. Terlalu bodoh, menyalahkan semuanya ke mama. Tidak ada yang salah dengan memanggil diriku sendiri PABO . Karena hanya kata itu yang tepat untuk diriku sendiri, melakukan kesalahan yang setelah dipikir-pikir tidak perlu terus menyalahkan keadaan, pura-pura keras, pura-pura bisa, pura-pura gwaenchana, pura-pura untuk semuanya. Sepertinya selama ini hidupku penuh kepura-puraan di depanmu, omma. Kenapa dulu harus marah-marah sama mama, padahal seharusnya tidak perlu. perasaan saya selalu cemberut di depannya mama, tidak pernah sa berpikir untuk terima semuanya dengan ikhlas, sampai sekarang sakit sekali. Mauka bilang maaf, mauka bilang bisa tidak mama peluk saya, tapi tidak bisa. Selalu hanya marah yang keluar dari dalam diriku. Omma, sulit sekali untuk menerima semuanya, terlalu kekanak-kanakkan pikiranku, sa belum siap untuk terima semuanya, sa terlalu nyaman dengan keadaan, kenapa harus ada perpsahan saat seharusnya tidak perlu untuk itu. kenapa harus memilih satu saat seharusnya bisa memilih keduanya. kenapa harus ada cerita kalau semuanya hanya akan menjadi kenangan. kenapa harus ada semuanya.. sulit sekali, mungkin ini selalu yang mengganjal dalam kepribadianku. sulit sekali untuk mempercayai seseorang, sulit sekali merasa nyaman sama seseorang, selama ini kaya' saya cuma memaksakan diriku untuuk baik-baik saja dengan semuanya. Tapi, perlahan-lahan saya akan coba untuk menerima semuanya. Semuanya mungkin tidak seperti yang saya harapkan, yang saya inginkan, tapi mungkin bisa seperti yang Allah harapkan dan inginkan serta kehendaki dalam kehidupanku, mungkin Allah ingin saya belajar untuk ikhlas, tulus, dan menerima semuanya. Mungkin tidak harus selalu terpuruk dan menangis senddiri, mungkin Allah pengen saya untuk lebih dewasa lagi menerima semuanya. Tapi,  bukankah saat ini saya sudah mnghabiskan waktu yang cukup lama untuk menyadari semuanya, terlalu terlambat. tapi, sa mohon berikan saya satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya. omma, mian, komawo, sarangahae. mianata untuk semua hal yang saya lakukan selama ini, komapta untuk semua hala yang engkau lakukan selama ini, saranghanta (molla, apa itu sarang!! setauku saya harus ucapkan itu saat saya benar-benar merasa bahagia), bogosipta (pengen sekali pulang kampung, mau charge semangatku sampai full, trus ke makassar dan kembali memperbaiki sifatku)...omma, dowa juseyo!!! omma, banyak sekali air mataku sekarang, mengalir terus, padahal sa udah tahan, omma, maaf udah buat mama mengeluarka air mata untuk saya karna saya. , omma  sakit sekali sekarang, sakit
omma, sa mo bilang sama bapak bogosipo, tapi tidak mungkin, sa pengen dipeluk sama bpk, sa pengen bilang ke dia jangan pergi, sa pengen bilang maaf, sa pengen semua hal yang tidak mungkin lagi terjadi, terlambatmi semuanya..hatiku terlalu sakit untuk melakukan apa yang ingin ia hatiku lakukan, sudah keras sekali kehidupanku....sekarang hanya cukup menerima.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan Iseng~~

omma, mian :)