Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Puisi

Ayah Dulu, Aku begitu mengagumimu Aku begitu menghormatimu Aku begitu menyayangimu Aku begitu mencintaimu Entahlah, Goresan luka yang kau lukiskan Duri yang kau tusukkan Noda yang kau torehkan                               Mungkin hanya hal kecil bagimu dan bagi sebagian orang Tapi bagiku itu cukup untuk menghapus sosok idola, dirimu di hatiku Hari itu, pertengkaran itu, keputusan itu, tangisan itu, perpisahan itu Cukup meruntuhkan mozaik-mozaik yang kususun Meruntuhkan sosok dirimu Menghapus memori indah yang   ada Aku hilang arah, sungguh aku tak tahu harus melangkah kemana Aku bingung, sungguh itu membuatku pusing Aku menangis, sungguh itu sangat menyakitkan Entahlah, anak polos yang bodoh itu hanya bisa terus menangis, berharap kau bisa menahan langkahmu agar tidak menjauh saat itu, kau b...