Goresan Iseng~~


Hujan membuat orang terus harus bersedih, hujan membuat orang sedikit sentimental dan mellow. Orang jadi harus mengingat masa-masa yang pedih. Mengapa hujan harus selalu identic dengan kesunyian, kepedihan, dan kesepian. Itulah mungkin yang selalu membuat ia berpikir betapa sedihnya dan pilunya hidup yang ia jalani saat ini. Ia selalu terpuruk dengan kisah dramatis itu hingga membuatnya tidak pernah bisa untuk maju dan selalu menyalahkan kedaan atas apa yang ia alami saat ini. Ia tidak pernah bisa melupakan kisah menyedihkan itu, dan setiap mengingatnya air matanya selalu jatuh menetes di pipinya. Ia akan selalu tiba-tiba menangis tersedu-sedu seperti ada seseorang yang telah memukulnya. Ia akan menangis sampai matanya bengkak dan memerah. Entahlah, terkadang aku tidak mampu untuk melihatnya seperti itu, aku ingin mendekatinya dan merangkulnya, ingin menghapus air mata itu. Namun, sikapnya yang sangat keras tidak memberikanku keberanian sedikitpun untuk mendekatinya. Ia selalu menangis saat dia merasa tidak ada seorangpun yang melihatnya, ia akan menangis saat hujan deras dan berlari ke tempat yang sunyi. Ia tidak membiarkanku melihat wajahnya yang seperti itu. Ia selalu berpura-pura kuat di depanku.
Seperti saat inipun, tanpa ia ketahui aku selalu melihatnya menangis. Hubungan  yang kami jalani sudah lumayan lama dan ia tidak pernah mau ntuk menceritakan kisah itu padaku, aku hanya mendengar sedikit cerita itu dari kakaknya. Hubungan kami dimulai saat aku melihatnya menangis dan mungkin hubungan kami juga akan berakhir saat aku melihatnya menangis. Karena saat ini aku ingin mengakhiri hubungan ini.

Hujan yang turun begitu derasnya, mengguyur kota yang terkenal panas ini,dari semalam hujan tidak pernah mau untuk berhenti. Senin pagi yang seharusnya ada upacara pagi terancam tidak dapat dilaksanakan. Tidak seperti biasanya aku datang ke sekolah sepagi ini, karena masih agak pagi, aku memutuskan untuk ke perpustakaan. Sekedar untuk menghabiskan waktu, aku menuju ke deretan novel, komik yang bersebelahan dengan deretan buku ilmu sejarah. Saat inilah aku melihatnya menangis di sudut ruangan perpustakaan, di sudut yang tidak pernah dan jarang ada orang yang kesitu karena deretan buku disana hanyalah buku-buku kusam mengenai sejarah sekolah ini, dan jarang orang yang tertarik untuk kesana. Melalui celah buku, aku melihatnya sedang menangis. Kejadian ini terus berulang tanpa ia ketahui. Hampir setiapp hari saat hujan, aku melihatnya disini, di tempat yang sama sedang menangiis. Aku merasa sangat sedih melihatnya seperti itu, perasaan sukaku berawal dari sini. Aku mulai tertarik dengannya, selalu tanpa ia sadari aku selalu memperhatikan dia, saat bergabung dengan temannya, saat tertawa, saat tersenyum. Aku tidak pernah menyangka bahwa ada sisi lain dari dirinya yang tidak diketahui oleh siapapun, bahwa ia selalu bisa sedih. Ternyata di kalangan teman-temannya ia terlihat seperti anak-anak lainnya, ia ceria, suka menjaili teman-temannya.




Aku berharap dia bisa berubah dan terjadi keajaiban untukku..saat ia siap untuk melihatku bukan sebagai pengisi hatinya yang hampa, tapi sebagai orang yang ia cintai. Tapi sepertinya itu hanya akan menjadi angan-anganku saja, karena ia masih tetap sama seperti saat awal kita bertemu. Saat ini, ======

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mian

omma, mian :)